Berhenti Menjadi Mimpi

22.59

Setiap detik, aku selalu berharap mataku bisa terpejam dan gelap akan mengantarkan ragaku menuju ragamu.
Bersamamu, berdiri sejajar dalam barisan pohon bambu adalah satu-satunya mimpi yang ingin ku cetak dalam lelapku, malam ini.
Karena aku tahu, hanya mimpi yang bisa mengingkari kenyataan.
Hanya mimpi yang bisa membuatku menyentuh harapan.
Tapi mimpi itu tak kunjung datang.
Aku masih terjaga dalam kenyataan.
Tidurku tak meraih sempurna.
Terjaga demi sepotong tanya, apakah aku ada dalam mimpi mu?
Di dalam mimpiku, aku masih berharap bisa menunggumu.
Tapi entah kapan itu menjadi nyata.
Atau sebaiknya aku pergi saja dan membunuh semua tentangmu, tak bersisa?
Saat mata terpejam, aku slalu yakin mimpi akan membawakanmu untukku.
Tapi kala mata terbuka, aku mulai bertanya "kapan mimpi akan berhenti menjadi mimpi?"

You Might Also Like

1 komentar